Pelopor Politik Etis yang Mengeluarkan Pemikiran Tentang Pembangunan Negeri Jajahan

Politik etis adalah suatu kebijakan yang diberlakukan oleh pemerintah kolonial Belanda dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk di daerah jajahan. Kebijakan ini pertama kali diperkenalkan pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Salah satu tokoh yang berperan penting sebagai pelopor politik etis dan mengeluarkan pemikiran mengenai pembangunan di negeri jajahan adalah Dr. C.T. van Deventer.

Profil Dr. C.T. van Deventer

Dr. C.T. van Deventer lahir pada tahun 1857 di Belanda. Ia adalah seorang politikus dan anggota Partai Liberal di Belanda. Van Deventer memperoleh pendidikan kedokteran namun kemudian memilih untuk menggabungkan ketertarikan kedokteran dengan politik. Ia membuat kontribusi yang signifikan dalam perumusan politik etis dan pemikirannya mengenai pembangunan di negeri jajahan, terutama di Hindia Belanda (sekarang Indonesia).

Pemikiran Van Deventer tentang Politik Etis

Pemikiran Van Deventer dalam politik etis sangat dipengaruhi oleh pandangannya tentang tugas moral Belanda sebagai penjajah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah jajahan. Ia percaya bahwa pemerintah kolonial harus bekerja sama dengan penduduk asli dalam rangka memajukan negeri.

Dalam artikel yang ditulis pada tahun 1899 berjudul “Een Ereschuld” (Hutang Kehormatan), Van Deventer mengkritik kebijakan kolonial Belanda yang sebelumnya menerapkan sistem tanam paksa dan menciptakan kesengsaraan bagi penduduk lokal. Ia menyatakan bahwa Belanda memiliki hutang moral untuk membayar kembali kerugian yang telah mereka sebabkan.

Implementasi Politik Etis

Sebagai seorang pelopor politik etis, Van Deventer mengajukan tiga pilar program pembangunan di negeri jajahan, yang meliputi:

  1. Irrigatie (Irigrasi): Van Deventer menganggap irigasi sebagai alat penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian pada masyarakat jajahan. Hal ini akan berdampak pada peningkatan pendapatan petani, dan pembangunan ekonomi secara umum.
  2. Emigratie (Emigrasi): Dalam pandangan Van Deventer, emigrasi akan membantu mengurangi jumlah pengangguran yang ada di negeri jajahan. Ia mendorong penduduk asli untuk mencari pekerjaan di luar negeri sehingga gemar dan tertanam semangat kerja keras.
  3. Educatie (Pendidikan): Van Deventer percaya bahwa pendidikan merupakan kunci untuk memajukan negeri jajahan. Oleh karena itu, ia menganjurkan pemerintah kolonial untuk memperluas sistem pendidikan di Hindia Belanda dengan melibatkan partisipasi kaum penduduk asli.

Dampak Politik Etis dan Pemikiran Van Deventer

Pemikiran Van Deventer dalam politik etis memberikan dasar bagi perubahan kebijakan kolonial Belanda dan menciptakan kondisi yang lebih baik bagi negeri jajahan. Walaupun politik etis tidak sepenuhnya berhasil mencapai tujuannya, penyadaran mengenai tanggung jawab moral Belanda terhadap daerah jajahannya telah menjadi batu loncatan perjuangan kemerdekaan yang dimulai oleh kaum terdidik di koloni tersebut.

Politik etis dan pemikiran Van Deventer pada akhirnya mendorong gerakan nasionalisme di negeri jajahan, termasuk Indonesia, yang kemudian melahirkan para tokoh pergerakan nasional yang menjadi motor perubahan dan kemajuan bangsa.

Leave a Comment