Pemberontakan Trunojoyo dan Untung Suropati: Penyebab Utama di Mataram

Pemberontakan yang terjadi di era Mataram kerap kali menjadi langkah perlawanan terhadap sistem pemerintahan. Pada akhir abad ke-17, dua pemberontakan populer yang dicatat dalam sejarah Indonesia adalah pemberontakan yang dipimpin oleh Trunojoyo dan Untung Suropati. Kedua pemberontakan ini memiliki dampak yang signifikan pada kestabilan Kerajaan Mataram kala itu. Dalam artikel ini, kita akan mempelajari penyebab dari pemberontakan yang dipimpin oleh Trunojoyo dan Untung Suropati di Mataram.

Pemberontakan Trunojoyo

Trunojoyo merupakan tokoh yang berasal dari Madura yang memimpin pemberontakan melawan Mataram pada tahun 1674. Memahami penyebab pemberontakan ini memerlukan pemikiran tentang latar belakang politik, sosial, dan ekonomi pada masa itu.

Penyebab Utama

  1. Ketidakpuasan terhadap Pemerintahan: Trunojoyo tidak puas dengan kebijakan dari Sultan Amangkurat I. Terutama yang berkaitan dengan pembubaran dan penarikan banyak posisi yang menjadi kekuasaan para bangsawan Madura.
  2. Persaingan antar Bangsawan: Trunojoyo merupakan keturunan bangsawan Madura, dan persaingan antara bangsawan di Madura untuk memperoleh kekuasaan lebih tinggi memicu pemberontakan tersebut.
  3. Kerjasama dengan VOC: Kebijakan Sultan Amangkurat I untuk menjalin kerjasama dengan VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie) dan mengizinkan mereka untuk berdagang di daratan Jawa, termasuk Madura, membuat tidak sedikit masyarakat merasa diperlakukan semena-mena dan tidak adil.

Pemberontakan Untung Suropati

Untung Suropati adalah seorang bekas budak yang menjadi prajurit dan kemudian meningkat menjadi pemimpin pemberontakan melawan Mataram pada tahun 1685. Sama seperti pemberontakan Trunojoyo, pemberontakan Untung Suropati juga dipicu oleh beberapa faktor.

Penyebab Utama

  1. Ketidakadilan Sosial: Keberhasilan Untung Suropati memperoleh status sebagai bangsawan membuat orang-orang yang sebelumnya diperlakukan sebagai hamba dan budak merasa termotivasi untuk memberontak dan melawan kezaliman pemerintah.
  2. Tidak Terima Dituduh Pengkhianat: Kabar burung yang diterimanya bahwa Sultan Amangkurat II berencana untuk mengkhianatinya dalam sebuah perbincangan dengan VOC yang rencananya akan menyita harta yang dimilikinya, membuat Untung Suropati merasa dikhianati dan memutuskan untuk memberontak.
  3. Aliansi dengan Bangsawan: Pemberontakan ini juga didukung oleh para bangsawan yang tidak puas dengan administrasi Mataram, yang berencana untuk mengakhiri kekuasaan VOC di Jawa.

Pemberontakan yang dipimpin Trunojoyo dan Untung Suropati di Mataram merupakan peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Dampak dari kedua pemberontakan ini, setidaknya secara tidak langsung, telah mempengaruhi sejarah dan perkembangan pemerintahan di Indonesia. Dorongan utama di balik pemberontakan ini adalah keinginan untuk mengakhiri dominasi politik dan ekonomi dari pemerintah Mataram dan VOC yang dirasakan diperlakukan tidak adil oleh sebagian besar masyarakat.

Leave a Comment