Penangkapan Ikan di Laut Menggunakan Bahan Peledak dan Dampak yang Ditimbulkan

Salah satu kegiatan ekonomi yang menjadi sumber kehidupan masyarakat pesisir adalah penangkapan ikan. Berbagai cara dan teknik penangkapan ikan telah diterapkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi protein hewani dari sumber perikanan. Dalam perkembangannya, terjadi penangkapan ikan dengan menggunakan metode yang tidak ramah lingkungan seperti menggunakan bahan peledak. Metode ini menimbulkan kerusakan ekosistem dan berdampak buruk pada kelangsungan sumber daya perikanan. Mari kita bahas lebih dalam mengenai topik “penangkapan ikan di laut dengan menggunakan bahan peledak dapat menimbulkan rusaknya”.

Metode Penangkapan Ikan dengan Bahan Peledak

Penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak biasanya dilakukan dengan cara melemparkan bahan peledak ke dalam air kemudian meledakkannya di lokasi yang diyakini memiliki sebaran ikan yang banyak. Fragmentasi yang dihasilkan oleh ledakan akan membunuh ikan dan memungkinkan nelayan untuk mengumpulkannya dengan mudah.

Metode ini cepat dan efektif dalam mendapatkan hasil penangkapan yang banyak dalam satu kali ledakan. Namun, metode ini merupakan tindakan ilegal dan tidak sesuai dengan prinsip pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan.

Dampak Penangkapan Ikan dengan Bahan Peledak

Terdapat berbagai dampak negatif yang ditimbulkan oleh metode penangkapan ikan dengan bahan peledak ini, antara lain:

  1. Kerusakan Ekosistem: Ledakan yang dihasilkan oleh bahan peledak akan mengakibatkan kerusakan pada struktur terumbu karang serta ekosistem laut lainnya. Terumbu karang adalah habitat penting bagi banyak organisme laut, termasuk ikan yang menjadi sasaran penangkapan. Kerusakan terumbu karang berakibat pada menurunnya kualitas habitat, sehingga mempengaruhi produktivitas perikanan di masa yang akan datang.
  2. Kematian Ikan yang Tidak Dipilih: Metode ini tidak selektif dan menyebabkan kematian banyak spesies yang tidak menjadi target penangkapan. Beberapa spesies tersebut mungkin berstatus langka, sehingga menurunkan keanekaragaman hayati dalam ekosistem laut.
  3. Bahaya Bagi Manusia: Bahan peledak yang digunakan dalam metode ini merupakan material berbahaya yang sangat rentan terhadap kecelakaan. Adanya kebocoran, kesalahan penanganan, atau kecelakaan saat penggunaan dapat menyebabkan cedera atau bahkan kematian.
  4. Pelanggaran Hukum: Penangkapan ikan dengan bahan peledak merupakan praktek ilegal dan melanggar sejumlah peraturan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Pelaku yang tertangkap dapat dihukum berdasarkan hukum yang berlaku.

Kesimpulan

Penangkapan ikan di laut dengan menggunakan bahan peledak merupakan metode yang sangat merusak dan tidak sesuai dengan prinsip pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan. Penerapan metode ini dapat menimbulkan kerusakan ekosistem dan mengancam kelangsungan sumber daya perikanan di masa depan. Oleh karena itu, penting bagi semua pihak yang terkait dalam industri perikanan untuk melawan praktik ini dan menggantinya dengan metode penangkapan ikan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Leave a Comment