Peredaran darah adalah kehidupan. Darah memberi nutrisi dan oksigen ke setiap bagian tubuh kita, sementara membantu menghilangkan limbah. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kesehatan sistem peredaran darah kita adalah dehidrasi. Meski terkesan sepele, dehidrasi dapat berujung pada kondisi medis serius, terutama yang berkaitan dengan aliran darah dan jantung. Dalam tulisan ini, kita akan fokus pada berbagai penyakit yang berkaitan dengan peredaran darah yang disebabkan oleh dehidrasi.
Apa Itu Dehidrasi?
Dehidrasi adalah kondisi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang dikonsumsi. Ini menyebabkan tubuh tidak memiliki cukup air dan cairan penting lainnya untuk menjalankan fungsi normalnya. Gejala dehidrasi ringan hingga sedang meliputi haus berlebih, kelelahan, mulut kering, berkeringat kurang, dan jumlah urine yang sedikit atau urine lebih pekat. Sementara dehidrasi berat bisa menyebabkan pusing, detak jantung cepat, penurunan tekanan darah, dan bahkan pingsan.
Bagaimana Dehidrasi Memengaruhi Sistem Peredaran Darah?
Dehidrasi dapat mempengaruhi sistem peredaran darah dalam beberapa cara. Pertama, ini dapat mengurangi volume darah, yang mengakibatkan pengurangan oksigen dan nutrisi yang dibawa ke organ dan jaringan. Kedua, dapat meningkatkan kekentalan atau viskositas darah, yang dapat memperlambat aliran darah dan meningkatkan risiko penggumpalan. Ketiga, dapat membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah, yang dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah dan stres pada jantung.
Penyakit yang Berhubungan dengan Peredaran Darah Akibat Dehidrasi
Hipotensi Ortostatik
Hipotensi ortostatik adalah penurunan tekanan darah yang terjadi saat berubah dari posisi duduk atau berbaring menjadi berdiri. Kondisi ini lebih mungkin terjadi saat dehidrasi, karena volume darah berkurang dan membuat jantung bekerja lebih keras untuk mengalirkan darah dan oksigen ke otak. Gejala hipotensi ortostatik dapat meliputi pusing, pandangan kabur, dan kehilangan keseimbangan atau pingsan.
Kolestasis
Kolestasis adalah kondisi dimana aliran empedu dari hati terhambat. Meskipun mungkin tidak langsung tampak berhubungan dengan dehidrasi, kekentalan darah yang meningkat akibat dehidrasi bisa menjadi pemicu kondisi ini. Dehidrasi juga bisa mempengaruhi fungsi hati dan peredaran darah, yang berpengaruh pada produksi dan aliran empedu.
Infark Miokard (Serangan Jantung)
Dehidrasi bisa meningkatkan viskositas darah, memperbesar potensi terbentuknya gumpalan darah yang bisa menghambat aliran darah ke jantung. Jika aliran darah ke jantung terhalang, bagian jantung yang tidak mendapatkan pasokan darah akan mati, mengakibatkan serangan jantung.
Gagal Jantung
Dehidrasi kronis bisa menyebabkan tekanan darah tinggi dan membawa pada kondisi dimana jantung tidak mampu memompakan cukup darah sebagaimana mestinya. Kondisi ini dikenal sebagai Gagal Jantung.
Dalam semua situasi ini, penting untuk menjaga hidrasi yang cukup. Saat kekurangan cairan, tubuh Anda menjadi stres dan kerja sistem peredaran darah Anda bisa menjadi terganggu. Oleh karena itu, asupan cairan yang cukup sangat penting bagi kesehatan secara umum dan khususnya bagi kesehatan sistem peredaran darah Anda.
Penting pula untuk mencari petunjuk medis jika Anda merasakan gejala dehidrasi berat atau jika Anda memiliki kondisi kesehatan yang bisa memperparah dehidrasi, seperti diabetes atau penyakit ginjal. Berbicaralah dengan profesional kesehatan Anda tentang berapa banyak cairan yang Anda butuhkan setiap hari, dan tentang bagaimana cara terbaik untuk tetap terhidrasi.