Peradaban telah lama hadir sebelum kita memahami konsepnya seperti sekarang. Salah satu contoh adalah masyarakat Arab yang telah mengenal peradaban berupa sistem sebelum datangnya Islam. Masyarakat Arab pra-Islam, sering disebut sebagai Jahiliyah, memiliki latar belakang sejarah dan budaya yang menarik dan kompleks.
Kehidupan Masyarakat Arab Pra-Islam
Sebelum datangnya Islam, masyarakat Arab telah memiliki sistem sosial, politik, dan ekonomi yang mapan. Meski kurang terorganisir dibandingkan dengan peradaban lainnya pada masa yang sama seperti Romawi atau Persia, mereka tetap mempertahankan sistem yang berfungsi dengan baik yang, menurut beberapa sejarawan, berperan penting dalam kemudian hari sebagai fondasi bagi pembangunan peradaban Islam.
Sistem Sosial
Masyarakat Arab pra-Islam dikenal dengan sistem klan atau sukunya. Masing-masing suku memiliki pemimpin klan atau syeikh yang memimpin dan melindungi anggota sukunya. Identitas dan status seseorang umumnya ditentukan oleh afiliasi sukunya. Meski tidak adil menurut standard saat ini, sistem ini berhasil menciptakan stabilitas dan semacam urutan dalam masyarakat.
Sistem Politik
Pada tahap awal, sistem politik pada masyarakat Arab pra-Islam biasanya bersifat lokal dan tribal. Syeikh, atau pemimpin suku, memiliki wewenang untuk membuat keputusan atas nama suku. Meski begitu, sistem ini bukan tanpa cacat dan sering terjadi konflik antar suku.
Sistem Ekonomi
Ekonomi masyarakat Arab pra-Islam umumnya berlandaskan pada perdagangan dan peternakan. Mereka dikenal sebagai pedagang yang ulung dan memiliki jalur dagang yang luas, seiring berjalannya waktu, berbagai hubungan perdagangan ini menjadi lebih kompleks dan dibutuhkan sistem moneter dan hukum yang memadai untuk mengatur hubungan dagang tersebut. Kedatangan Islam kemudian membawa standarisasi yang lebih besar dan formal bagi sistem ini.
Kesimpulan
Sebelum datangnya Islam, masyarakat Arab telah memiliki peradaban dengan sistem sosial, politik dan ekonomi tertentu. Sistem ini, meskipun pada awalnya kasar dan kurang terorganisir, telah berfungsi dengan baik bagi mereka dan menjadikan peradaban Arab sebelum Islam menarik untuk dipelajari.
Perubahan besar terjadi ketika Islam datang dan membawa perubahan dramatis dalam struktur dan organisasi masyarakat Arab, tetapi fondasi yang ada tetap berfungsi sebagai fondasi bagi banyak aspek peradaban Islam. Itulah sebabnya sejarah pra-Islam tetap penting, karena membantu kita mengerti bagaimana masyarakat dan budaya Arab masa itu mengembangkan diri dan bagaimana Islam mengubah dan membentuk masyarakat tersebut.