Indonesia memiliki sebuah sejarah yang panjang dalam menerapkan demokrasi sejak beberapa dekade yang lalu. Dua era yang signifikan dalam proses demokrasi di Indonesia adalah Era Orde Baru dan Era Reformasi. Dalam esai ini, kita akan mencoba untuk membandingkan pelaksanaan demokrasi Pancasila selama kedua periode tersebut.
Pelaksanaan Demokrasi Pancasila pada Masa Orde Baru
Era Orde Baru, yang berlangsung dari tahun 1966 hingga 1998, dianggap merupakan periode yang signifikan dalam sejarah Indonesia. Dipimpin oleh Soeharto, demokrasi Pancasila selama Orde Baru diwujudkan melalui sistem satu partai yaitu Golkar. Meskipun terdapat dua partai politik lainnya, tetapi mereka tidak memiliki pengaruh yang signifikan.
Demokrasi Pancasila pada masa ini ditandai dengan kepemimpinan yang otoriter dan kontrol yang kuat dari pemerintah pusat. Pemilihan umum yang diadakan biasanya diatur sedemikian rupa sehingga menghasilkan hasil yang diinginkan oleh pemerintah.
Pelaksanaan Demokrasi Pancasila pada Masa Reformasi
Memasuki era reformasi pada tahun 1998, pelaksanaan demokrasi Pancasila mengalami banyak perubahan. Pada era ini, Reformasi membuka jalan bagi berbagai partai politik untuk berpartisipasi dalam proses demokrasi, mengakhiri dominasi satu partai yang ada pada era Orde Baru.
Proses demokrasi menjadi lebih terbuka dan transparan. Pemilihan umum diadakan dengan adil dan hasilnya dihormati. Kebebasan berpendapat dan berbicara menjadi hak asasi yang dilindungi oleh konstitusi. Wacana publik dan kritis menjadi bagian integral dari masyarakat.
Kesimpulan
Perbandingan pelaksanaan demokrasi Pancasila pada masa Orde Baru dan Reformasi menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua era tersebut. Pada Era Orde Baru, demokrasi Pancasila dikendalikan oleh pemerintah dengan penggunaan taktik otoriter. Sementara pada Era Reformasi, demokrasi Pancasila menjadi lebih terbuka dan partisipatif, memungkinkan berbagai suara dan pilihan politik untuk hadir dan dihargai dalam masyarakat.
Melalui perbandingan ini, kita dapat melihat bagaimana Indonesia telah berusaha keras untuk memperbaiki pelaksanaan demokrasi Pancasila. Kendati demikian, tentunya ada tantangan dan permasalahan yang masih perlu dihadapi dan dituntaskan dalam ikhtiar memperbaiki pelaksanaan demokrasi Pancasila di Indonesia.