Pergeseran Makna dan Sinestesia: Menyimak Lebih Dalam

Keindahan bahasa sering kali bersemayam pada keluwesan maknanya yang bisa bergeser dari waktu ke waktu. Saat sebuah kata digunakan dalam konteks yang berbeda, pergeseran makna dapat terjadi dan ini merupakan fenomena yang lumrah dalam linguistik.

Pergeseran makna juga dapat diamati dalam konstruksi kata berbau “sinestesia”. Sinestesia, juga dianggap sebagai salah satu bentuk dalam berbahasa yang melibatkan gabungan persepsi sensoris yang berbeda dalam sebuah kata atau frasa. Misalnya, kita mungkin menggunakan kata yang seharusnya menggambarkan rasa untuk menjelaskan suara, atau kata yang biasanya digunakan untuk warna untuk menggambarkan musik.

Mungkin kita semua pernah mendengar frasa “warna cerah”. Dalam bahasa Indonesia, “cerah” umumnya digunakan untuk menggambarkan kondisi cuaca atau pencahayaan. Kita biasanya tidak mengaitkan kata tersebut dengan warna. Namun, dalam konteks tertentu, kita bisa menggunakan “cerah” untuk menggambarkan warna. Misalnya, “Warnanya cerah, seperti kuning yang sedang bersinar di matahari siang.” Di sini, makna “cerah” sudah bergeser untuk menggambarkan suatu warna.

Lalu ada istilah “suara tajam”. “Tajam” biasanya digunakan untuk menggambarkan benda yang bisa memotong atau menusuk. Namun, kita juga bisa menggunakannya untuk menggambarkan suara, seperti dalam kalimat “Suara seruling itu begitu tajam, menembus hening malam.” Jika kita berpikir tentang hal itu, suara tidak bisa secara fisik “tajam”. Namun, kita semua mengerti apa yang dimaksud di sini, dan itu menunjukkan bagaimana makna kata tersebut telah bergeser.

Mengamati dan memahami pergeseran makna, khususnya dalam konteks sinestesia, mengungkap betapa dinamis dan fleksibelnya bahasa. Ini membantu kita memahami bahwa bahasa bukanlah sesuatu yang statis, tetapi terus bergerak dan berubah, persis seperti dunia tempat kita hidup. Untuk menjadi penutur yang cakap atau penulis yang berbakat, kita perlu menangkap, memahami, dan bermain-main dengan pergeseran-pergeseran ini.

Leave a Comment