Pertanyaan yang Tidak Tepat Ditanyakan Saat Refleksi Bersama Murid Fase A

Refleksi adalah alat pendidikan penting yang membantu terjalinnya hubungan antara pendidikan formal dan pengalaman belajar siswa. Namun, ada beberapa pertanyaan yang mungkin tidak tepat ditanyakan saat melakukan sesi refleksi, khususnya dengan murid fase A. Proses refleksi seharusnya memberikan kebebasan kepada siswa untuk berpikir, berekspresi, dan memahami pembelajaran mereka sendiri tanpa rasa takut atau cemas. Untuk itu, pengetahuan tentang jenis pertanyaan yang sebaiknya dihindari sangatlah penting.

Pertanyaan Kontroversial

Pertanyaan yang berbau kontroversial bisa sangat mempengaruhi proses refleksi. Para siswa mungkin merasa tidak nyaman atau terintimidasi jika ditanya tentang topik yang sensitive atau pribadi. Sebagai contoh, pertanyaan mengenai perspektif agama, politik, orientasi seksual dan sebagainya sebaiknya dihindari.

Pertanyaan Hiasi

Pertanyaan yang tidak berdasarkan materi pembelajaran atau tidak memiliki konteks dalam pelajaran juga bisa jadi tidak tepat. Hal ini karena pertanyaan tersebut dapat menimbulkan kebingungan dan bahkan bisa menciptakan suasana yang tidak produktif.

Pertanyaan yang Mengandung Prasangka

Pertanyaan yang berbasis asumsi atau prasangka dapat membatasi ruang berpikir siswa. Misalnya, “Kenapa kamu tidak jarang menyelesaikan tugas tepat waktu?” Asumsi dalam pertanyaan ini adalah siswa selalu terlambat menyelesaikan tugas, yang mungkin saja tidak benar.

Pertanyaan Bagian Inti

Pertanyaan yang langsung membahas topik inti atau mengharuskan siswa mengingat detail spesifik dari suatu pembelajaran tanpa adanya langkah penyiapan sebelumnya mungkin bisa membuat siswa merasa tertekan.

Kesimpulan

Refleksi adalah bagian penting dari proses pembelajaran dan harus dilaksanakan dengan bijaksana. Penting untuk merumuskan pertanyaan dengan hati-hati untuk memastikan bahwa siswa merasa mendapatkan manfaat dan merasa nyaman dalam prosesnya. Memastikan bahwa pertanyaan yang diajukan relevan, berbasis bukti belajar, bebas dari prasangka, dan tidak langsung menyerbu siswa dengan detail yang mungkin belum mereka kuasai, adalah bagian penting dari pembuatan lingkungan belajar yang aman dan mendukung.

Leave a Comment