Perumpamaan biasanya digunakan oleh seseorang untuk menjelaskan suatu konsep atau gagasan yang kompleks dengan cara yang lebih sederhana dan mudah dimengerti. Dalam konteks agama Kristen, Yesus Kristus sering menggunakan perumpamaan sebagai sarana untuk mewartakan kebenaran Allah. Beberapa perumpamaan-Nya yang paling terkenal memasukkan petani, benih, mutiara, dan kambing. Mari kita dalami makna dan pesan di balik beberapa perumpamaan ini.
Perumpamaan Si Penabur
Perumpamaan si Penabur merupakan salah satu perumpamaan Yesus yang paling populer dan sering dikutip. Dalam perumpamaan ini, Yesus menggunakan gambaran seorang petani yang menabur benih-benihnya di berbagai jenis tanah sebagai cara untuk mewartakan kebenaran Allah tentang bagaimana orang berbeda menerima FirmanNya.
Yesus membahas bagaimana beberapa benih jatuh di jalan dan dimakan burung, yang melambangkan orang-orang yang mendengar Firman tetapi segera dilupakan. Benih lainnya jatuh di tanah berbatu atau ditumbuhi semak, melambangkan mereka yang menerima Firman dengan semangat tetapi akhirnya jatuh karena mereka tidak memiliki kedalaman iman atau karena mereka menjadi terganggu oleh kekhawatiran dan hasrat duniawi. Akhirnya, ada benih yang jatuh di tanah subur dan menghasilkan panen berlimpah, ini melambangkan mereka yang mendengar Firman, memahaminya, dan menghasilkan “buah”.
Perumpamaan Mutiara yang Mahal
Perumpamaan Mutiara yang Mahal adalah contoh lain dari bagaimana Yesus menggunakan perumpamaan untuk mewartakan kebenaran Allah. Perumpamaan ini menunjukkan kebenaran tentang nilai kerajaan Allah.
Dalam perumpamaan ini, Yesus berbicara tentang seorang pedagang yang mencari mutiara dan menemukan satu mutiara yang sangat berharga. Pedagang tersebut menjual semua yang dia miliki untuk membeli mutiara tersebut.
Ini merupakan penggambaran allegoris tentang kerajaan Allah, yang nilai dan keindahannya adalah melebihi semua yang ada di dunia ini. Seperti pedagang dalam perumpamaan yang sanggup menjual segalanya untuk mutiara, kita juga dipanggil untuk menjauhkan sesuatu yang tidak berarti agar dapat memiliki hubungan yang dekat dengan Allah.
Perumpamaan Kambing Domba dan Kambing
Perumpamaan tentang Kambing Domba dan Kambing mengilustrasikan prinsip penghakiman dan kasih Allah. Dalam perumpamaan ini, Yesus membuat perbandingan antara “kambing domba,” yang merujuk kepada orang-orang yang mengasihi dan membantu orang lain, dan “kambing,” yang merujuk kepada mereka yang mengabaikan kebutuhan orang lain.
Perumpamaan ini mewartakan kebenaran Allah tentang bagaimana tindakan kita terhadap sesama adalah cerminan dari persoalan kita kepada Dia.
Dalam menjelaskan dan mengajarkan kebenaran-kebenaran agama kepada para pengikut-Nya, Yesus seringkali menggunakan perumpamaan untuk memberikan ilustrasi dan pesan yang lebih dalam dan berarti. Melalui perumpamaan-perumpamaan ini, Yesus tidak hanya mampu membuat pengajaran agama menjadi lebih mudah dipahami, tetapi juga memberikan wawasan yang mendalam tentang karakter dan kerajaan Allah.