Presentase Intensitas Latihan untuk Mendapatkan Kebugaran Paru dan Jantung

Meraih tingkat kebugaran yang optimal merupakan tujuan bagi banyak orang. Namun, apa sih yang dimaksud dengan kebugaran paru dan jantung? Bagaimana cara mendapatkannya? Salah satu variabel penting dan perlu diperhatikan secara serius dalam mencapai kebugaran paru-paru dan jantung adalah ‘intensitas latihan’. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih detail mengenai hal ini.

Kebugaran Paru dan Jantung: Sebuah Pengantar

Kebugaran paru dan jantung adalah indikator vital bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Paru-paru dan jantung berfungsi bersama-sama untuk menyuplai oksigen ke seluruh tubuh yang berfungsi sebagai bahan bakar untuk memproduksi energi. Ketika kita melakukan latihan, permintaan akan oksigen dan produksi energi meningkat, jadi paru-paru dan jantung kita harus bekerja lebih keras.

Kebugaran paru dan jantung, atau kebugaran kardiovaskular, didefinisikan sebagai kemampuan tubuh untuk memasok oksigen ke otot-otot selama aktivitas fisik yang berlangsung. Jika paru-paru dan jantung kita bugar, semakin banyak oksigen dapat dipompa ke seluruh tubuh, memberi kita lebih banyak energi dan stamina.

Peran Intensitas Latihan

Intensitas latihan berperan penting dalam meningkatkan kebugaran paru dan jantung. Intensitas latihan merujuk pada sejauh mana tubuh digerakkan atau ditekan selama aktivitas fisik. Oleh karena itu, semakin tinggi intensitas latihan, semakin banyak energi yang dibutuhkan oleh tubuh, dan semakin banyak oksigen yang perlu dihantarkan oleh paru-paru dan jantung.

Presentase Intensitas Latihan yang Ideal

Tidak semua latihan diciptakan sama. Untuk mendapatkan hasil maksimal dalam meningkatkan kebugaran paru dan jantung, penting untuk berlatih pada intensitas yang tepat. Tetapi berapa presentase intensitas latihan yang ideal?

Menurut American Heart Association, orang dewasa sebaiknya melakukan latihan aerobik sedang hingga keras dengan durasi minimal 150 menit per minggu untuk intensitas sedang, atau 75 menit per minggu untuk intensitas keras.

Artinya, jika kita mengambil rata-rata, sekitar 50-85% dari detak jantung maksimal seseorang. Cara termudah untuk menghitung detak jantung maksimal adalah dengan mengurangi usia Anda dari 220. Misalnya, jika Anda berusia 30 tahun, detak jantung maksimal Anda adalah 190. Jadi, saat berolahraga, Anda harus berusaha untuk menjaga detak jantung Anda antara 95 (50% dari 190) dan 162 (85% dari 190).

Kesimpulan

Meningkatkan kebugaran paru dan jantung sangat penting untuk kesehatan dan kesejahteraan kita secara keseluruhan. Melakukan latihan dengan intensitas yang tepat – sekitar 50-85% dari detak jantung maksimal – adalah cara yang efektif untuk mencapainya. Namun, pastikan selalu berkonsultasi dengan profesional kesehatan sebelum memulai atau merubah rutinitas latihan Anda, terutama jika Anda memiliki kondisi medis atau sedang dalam pemulihan dari cedera atau operasi.

Leave a Comment