Profil Pelajar Pancasila: Sebuah Diskusi

Pancasila sebagai ideologi bangsa mendefinisikan bagaimana seharusnya seorang warga negara berperilaku. Konsep ini juga berlaku secara universal bagi setiap individu Indonesia, termasuk para pelajar. Ada beberapa nilai-nilai atau karakter yang penting untuk diperhatikan dalam mendefinisikan sebuah “Profil Pelajar Pancasila”. Namun, juga perlu untuk membahas “Karakter berikut yang bukan merupakan profil pelajar Pancasila”

Pancasila cukup jelas dalam mendefinisikan seorang pelajar yang ideal di Indonesia. Kita dapat merujuk pada sila-sila dalam Pancasila, yakni:

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Berdasarkan poin-poin di atas, seorang pelajar Pancasila idealnya memiliki karakter-karakter seperti memiliki rasa hormat terhadap keyakinan orang lain, menghargai nilai-nilai kemanusiaan, rasa persatuan dan kerakyatan, menghargai pilihan orang lain dan punya rasa keadilan sosial.

Namun, kita juga harus bijak memahami karakter berikut yang bukan merupakan profil pelajar Pancasila. Di antaranya adalah:

  1. Intoleransi: Pelajar yang tidak dapat menerima atau menghargai ide, kepercayaan, dan keyakinan orang lain tidak sesuai dengan prinsip Ketuhanan yang Maha Esa dalam Pancasila.
  2. Perilaku Egois: Pancasila menyuarakan prinsip ‘kemanusiaan yang adil dan beradab’, jadi perilaku yang mementingkan diri sendiri dan tidak memperhatikan kepentingan orang lain jelas tidak sesuai dengan profil pelajar Pancasila.
  3. Diskriminasi: Profil pelajar tidak mencakup sikap diskriminatif berdasarkan suku, ras, agama, atau gender. Pancasila mendorong ‘persatuan Indonesia’.
  4. Tidak Menghargai Demokrasi: Pelajar yang tidak memahami dan menghargai proses demokrasi, seperti tidak menghormati suara orang lain, tidak cocok dengan prinsip ‘Permasyarakatan dalam hikmat kebijaksanaan’.
  5. Tidak Menghargai Keadilan: Pelajar yang tidak memandang pentingnya keadilan sosial, cenderung merugikan orang lain, tidak sesuai dengan prinsip Pancasila yang kelima.

Melalui diskusi ini, diharapkan pemahaman dan pengenalan terhadap nilai-nilai dasar Pancasila dapat semakin kuat, khususnya bagi generasi muda Indonesia. Saat masing-masing individu dapat mewujudkan dan memupuk karakter-karakter positif Pancasila, bangsa dan negara ini akan dapat berkembang dengan harmonis dan makmur.

Leave a Comment