Qada: Ketetapan Allah yang Tercantum di Lauh Al-Mahfuz Sejak Zaman

Dalam ajaran Islam, salah satu konsep yang sangat penting dan kerap menjadi objek diskusi adalah konsep Qada. Istilah Qada merujuk pada ketetapan Allah yang telah ditulis dan ditentukan di Lauh Al-Mahfuz sejak zaman.

Pengertian Qada

Qada, dalam agama Islam, adalah ketetapan yang telah dibuat oleh Allah SWT. Ini meliputi semua peristiwa, baik kejadian alam maupun peristiwa dalam kehidupan manusia. Semua tindakan, pelbagai kejadian dan fenomena alam, serta takdir setiap makhluk, semuanya telah ditulis dan ditentukan di dalam kitab yang disebut Lauh Al-Mahfuz.

Lauh Al-Mahfuz: Buku Kehidupan Semesta

Lauh Al-Mahfuz, dalam bahasa Arab, berarti “Kitab yang Diawetkan”. Ini adalah kitab di mana segala sesuatu yang berkaitan dengan alam semesta ini telah ditulis dan dirinci oleh Allah SWT. Menurut Al-Quran, dalam Surah Al-Hijr ayat 22, Allah SWT mengatakan bahwa tidak ada satu pun bencana yang menimpa bumi atau diri kita sendiri kecuali sudah dicatat dalam kitab sebelum Kami menjadikannya. Ini adalah fakta yang menegaskan bahwa semuanya sudah termaktub dalam Lauh Al-Mahfuz.

Qada dan Pemahaman Keimanan

Memahami konsep Qada adalah bagian integral dalam memahami Islam. Sebagai Muslim, setiap orang diharapkan untuk percaya dan menerima bahwa segala kejadian adalah bagian dari Qada dan Qadar Allah, yaitu takdir dan ketentuan Allah. Ini mencakup segala sesuatu, dari kejadian sepele hingga kejadian paling berpengaruh dalam hidup kita.

Pemahaman ini menumbuhkan kesadaran bahwa hidup ini dipenuhi oleh ketetapan dan kehendak Allah. Dengan memahami konsep Qada dan Lauh Al-Mahfuz, kita juga menjadi lebih mampu menjalani hidup ini dengan sikap yang baik dan sabar, karena kita mengetahui bahwa segala sesuatu telah ditentukan oleh Allah dengan maksud dan hikmahNya masing-masing.

Kesimpulan

Qada adalah ketetapan Allah yang tercantum di Lauh Al-Mahfuz sejak zaman. Mengenal dan memahami konsep ini penting dalam menjalani hidup sebagai seorang Muslim. Melalui pemahaman ini, kita dapat menghargai dan menerima segala kejadian dalam kehidupan dengan lebih ikhlas dan sabar, dengan memahami bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak dan ketentuan Allah SWT.

Leave a Comment