Siapakah yang tidak suka mengikuti kisah menarik dalam sebuah cerita? Salah satu cara penyajian cerita yang paling populer adalah dengan menggunakan rangkaian cerita yang bersifat kronologis. Dalam artikel ini, kita akan lebih mendalam dalam memahami apa itu rangkaian cerita kronologis, bagaimana cara membangunnya, dan contoh-contoh yang bisa kita temui.
Apa itu Rangkaian Cerita Kronologis?
Rangkaian cerita yang bersifat kronologis adalah cara penyusunan cerita yang menggunakan urutan waktu sebagai fondasi utamanya. Secara sederhana, kita bisa menyebutnya sebagai ‘cerita urut waktu’. Rangkaian ini membuat alur cerita menjadi lebih mudah dipahami oleh pembaca, karena peristiwa-peristiwa yang terjadi di dalamnya disajikan sesuai dengan urutan waktu yang sesungguhnya.
Membangun Rangkaian Cerita Kronologis
Untuk membangun rangkaian cerita kronologis, berikut adalah beberapa langkah yang dapat diikuti:
- Menentukan kerangka waktu: Sebelum memulai, tentukan terlebih dahulu rentang waktu yang ingin dicakup dalam cerita. Misalnya, jika cerita berfokus pada perjalanan hidup seorang tokoh dari masa kecil hingga dewasa, maka kerangka waktu yang digunakan bisa mencakup beberapa dekade.
- Menggali ide-ide penting: Pikirkan tentang peristiwa atau momen penting yang ingin disertakan dalam cerita. Hal ini bisa mencakup momen pribadi yang bermakna bagi tokoh, peristiwa bersejarah yang relevan, atau interaksi penting antara tokoh-tokoh yang ada.
- Mengurutkan peristiwa: Setelah memiliki ide-ide penting, tugas selanjutnya adalah mengurutkan peristiwa tersebut berdasarkan urutan waktu. Cobalah untuk mengurutkan peristiwa-peristiwa ini dengan cara yang logis dan alami, serta memastikan ada alur yang jelas antara berbagai peristiwa.
- Mengembangkan karakter dan latar: Dalam merancang rangkaian cerita kronologis, karakter dan latar menjadi komponen penting yang perlu dikembangkan. Pastikan bahwa karakter-karakter yang ada bisa tumbuh dan berkembang seiring dengan berjalannya waktu, dan latar yang digunakan bisa mendukung cerita yang tengah diceritakan.
- Menulis cerita: Dengan kerangka waktu, ide penting, urutan peristiwa, karakter, dan latar yang telah ada, saatnya untuk menulis cerita. Ingatlah untuk tetap konsisten dengan urutan waktu yang telah ditentukan, dan pastikan cerita tetap menarik serta relevan dari awal hingga akhir.
Contoh Rangkaian Cerita Kronologis
Berbagai jenis karya sastra, mulai dari cerpen, novel, hingga film sering menggunakan rangkaian cerita yang bersifat kronologis. Beberapa contoh terkenal meliputi:
- “Forrest Gump”: Film ini mengisahkan perjalanan hidup seorang laki-laki bernama Forrest Gump yang memiliki IQ rendah namun berbakat dalam berbagai hal. Rangkaian ceritanya disusun berdasarkan urutan waktu, mulai dari masa kecil hingga dewasa.
- “Harry Potter”: Serial novel yang ditulis oleh J.K. Rowling ini mengisahkan tentang perjalanan hidup Harry Potter dalam menghadapi kegelapan dan bertumbuh sebagai seorang penyihir. Setiap buku dalam serial ini mengikuti urutan waktu dan fokus pada satu tahun ajaran di sekolah sihir, memberikan gambaran kronologis pada perjalanan Harry.
Secara keseluruhan, rangkaian cerita yang bersifat kronologis adalah cara penyajian cerita yang efektif dan mudah dipahami. Dengan mengikuti langkah-langkah yang telah dibahas, siapa saja dapat menciptakan cerita menarik dengan struktur kronologis yang kuat dan menggugah perhatian pembaca.