Saudara-saudara yang berbahagia, telah diungkapkan sebelumnya bahwa memanjakan anak dengan memberikan ponsel pintar atau tercanggih untuk anak yang masih di usia sekolah dasar, bukanlah sebuah tindakan yang bijaksana. Anak-anak ini belum memerlukan benda tersebut. Diperlukan suatu tindakan yang bijaksana untuk mengatasi fenomena ini yang kerap terjadi di masyarakat maju/perkotaan. Isi tersebut bermakna sama dengan peribahasa …

Saudara-saudara yang berbahagia, telah diungkapkan sebelumnya bahwa memanjakan anak dengan memberikan ponsel pintar atau tercanggih untuk anak yang masih di usia sekolah dasar, bukanlah sebuah tindakan yang bijaksana. Anak-anak ini belum memerlukan benda tersebut. Diperlukan suatu tindakan yang bijaksana untuk mengatasi fenomena ini yang kerap terjadi di masyarakat maju/perkotaan. Isi tersebut bermakna sama dengan peribahasa “tak ada gading yang tak retak.”

Ponsel pintar kini menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Meskipun teknologi memberikan manfaat dan kemudahan dalam berbagai aspek, dampak penggunaan gadget bagi anak sekolah dasar juga memunculkan beberapa tantangan. Dalam era digital saat ini, 91% anak berusia 11 tahun di Inggris sudah memiliki ponsel. Ada beberapa manfaat dan kerugian dari memberikan ponsel pintar kepada anak-anak yang masih bersekolah.

Manfaat Ponsel Pintar untuk Anak Usia Sekolah Dasar

  1. Mempermudah Komunikasi: Ponsel pintar digunakan oleh sebagian besar guru dan siswa untuk mempermudah komunikasi, terutama saat pandemi COVID-19 yang melarang belajar tatap muka di sekolah.
  2. Sumber Informasi: Anak-anak dapat mengakses berbagai sumber informasi dan pengetahuan melalui ponsel pintar mereka.
  3. Mendukung Pembelajaran: Ponsel pintar dapat digunakan untuk mengakses materi pelajaran, video, dan aplikasi yang mendukung pembelajaran siswa.

Kerugian Ponsel Pintar untuk Anak Usia Sekolah Dasar

  1. Ketergantungan: Anak-anak dapat menjadi tergantung pada ponsel pintar mereka, menghabiskan waktu berlebihan untuk bermain game atau menonton video yang tidak bermanfaat.
  2. Pengaruh Buruk Media Sosial: Anak-anak yang menggunakan ponsel pintar lebih rentan terhadap dampak buruk dari media sosial, seperti cyberbullying dan dampak psikologis lainnya.
  3. Gangguan Konsentrasi: Penggunaan ponsel pintar yang berlebihan dapat mengganggu konsentrasi anak dalam belajar dan aktivitas lainnya.

Untuk mengatasi fenomena ini, ada beberapa langkah bijaksana yang dapat dilakukan oleh orang tua dan pendidik:

  1. Pengaturan Batasan: Orang tua harus mengatur batasan waktu dan penggunaan ponsel pintar untuk anak mereka. Misalnya, ponsel hanya diperbolehkan digunakan setelah menyelesaikan pekerjaan sekolah atau menjelang tidur.
  2. Pemilihan Aplikasi: Memilih aplikasi yang mendukung pembelajaran dan menghapus aplikasi yang tidak bermanfaat atau merugikan.
  3. Pendidikan Medsos: Mendidik anak tentang penggunaan media sosial yang aman dan etika komunikasi di platform digital.

Soal ini mengajarkan kita bahwa “tak ada gading yang tak retak”, yang bermakna bahwa setiap hal memiliki sisi baik dan buruknya. Penting bagi orang tua dan pendidik untuk bijaksana dalam memanfaatkan ponsel pintar demi kepentingan anak tanpa membiarkan dampak negatifnya menghancurkan masa depan anak-anak kita.

Leave a Comment