Lailatul Qadar merupakan salah satu malam yang sangat penting dan istimewa dalam Islam. Dalam Al-Quran, disebutkan bahwa Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan. Meski banyak ulama yang sepakat bahwasanya Lailatul Qadar terjadi pada bulan Ramadan, namun ada perbedaan pendapat tentang malam ke berapa Lailatul Qadar tersebut turun.
Sejarah Lailatul Qadar
Lailatul Qadar dianggap sebagai malam yang penuh berkah dan merupakan malam diturunkannya Al-Quran. Malam ini merupakan kesempatan bagi umat Islam untuk memohon ampun dan berdoa kepada Allah. Dalam Surah Al-Qadr, Allah berfirman:
Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Ruhul Kudus (Jibril) dengan izin Tuhan mereka untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. (QS. Al-Qadr: 1-5)
Pendapat Ulama tentang Malam Lailatul Qadar
Perbedaan pendapat mengenai malam ke berapa Lailatul Qadar terjadi dikarenakan tidak ada nash yang secara tegas menjelaskan malam ke berapa Lailatul Qadar turun. Namun, sebagian jumhur ulama menyepakati bahwa kemungkinan besar Lailatul Qadar terjadi pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil. Beberapa ulama berpendapat bahwa turunnya Lailatul Qadar lebih besar pada malam ke 21, 23, 25, 27, atau 29.
Ibnu Hajar Al-Asqalani, seorang ulama besar Islam, mengatakan bahwa banyak hadits mengindikasikan bahwa Lailatul Qadar adalah pada malam-malam ganjil, dan yang lebih utama adalah malam ke-27. Namun, sebagian ulama lain, seperti Imam Syafi’i, berpendapat bahwa Lailatul Qadar bisa terjadi pada malam apa saja selama bulan Ramadan, dan tidak bisa dibatasi pada malam-malam tertentu saja.
Mengapa Perbedaan Pendapat Ini Penting?
Perbedaan pendapat ini sebenarnya memberikan peluang yang lebih besar bagi umat Islam untuk memperoleh kebaikan dan pahala dalam menjalankan ibadah di malam-malam bulan Ramadan. Dengan adanya perbedaan pendapat ini, umat Islam menjadi lebih giat dalam melakukan ibadah pada malam-malam tersebut, karena mereka tidak tahu kapan tepatnya Lailatul Qadar datang.
Kesimpulan
Sebagian jumhur ulama menyepakati bahwa Lailatul Qadar turun pada malam ke-X dalam sepuluh malam terakhir bulan Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil. Meski demikian, ada juga ulama yang berpendapat bahwa Lailatul Qadar bisa terjadi pada malam apa saja selama bulan Ramadan. Perbedaan pendapat ini memberikan peluang bagi umat Islam untuk lebih giat dalam beribadah, dengan harapan mereka tidak kehilangan kesempatan emas untuk memperoleh kebaikan dan pahala di malam Lailatul Qadar.