Berbicara mengenai kekayaan sastra Indonesia, kita tentu tidak bisa melewatkan puisi lama. Ragam jenis puisi lama Indonesia sangatlah luas, mewakili keberagaman budaya dan etnis yang ada. Dalam fokus artikel ini, kita akan bahas lebih fokus pada puisi lama yang baris pertamanya berisi soal, masalah, atau perjanjian.
Pengenalan Puisi Lama
Puisi lama berasal dari kata “puisi” yang berarti pembuatan dan hasil karya dalam bentuk tertentu dan “lama” yang berarti sudah ada sejak dulu kala. Biasanya, puisi lama memiliki ciri khas berupa aturan-aturan yang kaku dan tegas dalam penulisan. Aturan tersebut tidak hanya berlaku pada jumlah baris dan sajak, melainkan juga pada pilihan kata dan diksi.
Baris pertama dalam puisi lama kerap kali berisi pengenalan topik atau esensi seputar apa yang akan dibahas dalam puisi. Ini dapat berupa soal, masalah, atau perjanjian.
Membedah Baris Awal dalam Puisi Lama
Mengapa baris pertama seringkali diisi dengan soal, masalah atau perjanjian? Alasan utamanya ialah, baris pertama dari sebuah puisi lama seringkali digunakan sebagai “pintu masuk” ke dalam cerita atau narasi yang akan dijelaskan dalam puisi. Baris pertama berfungsi sebagai penentu arah dan tema cerita, serta memberi pembaca gambaran awal tentang konteks dan isu yang ada dalam puisi tersebut.
Dalam hal ini, soal, masalah, atau perjanjian menjadi titik pertama yang diperkenalkan, sebagai sebuah ajakan bagi pembaca untuk terlibat dalam perjalanan naratif yang disajikan oleh penyair.
Kesimpulan
Puisi lama mungkin memang memiliki banyak aturan yang kaku dan tegas, namun justru dalam kerangka yang ketat ini, kekayaan sastra Indonesia bisa terpampang jelas. Baris pertama yang berisi soal, masalah, atau perjanjian menjadi wadah bagi penyair untuk mengungkapkan gagasan dan perasaannya sekaligus menjadi pintu bagi pembaca untuk memasuki dunia yang dibuat oleh penyair. Hal ini membuktikan bahwa puisi lama, meskipun terkadang terasa berat dan sulit diakses, memiliki keindahan dan kedalaman tersendiri.
Menghargai puisi lama berarti menghargai sejarah dan budaya kita. Tak ada salahnya, sesekali kita berhenti sejenak dan membaca kembali puisi-puisi lama sebagai cara untuk memahami dan menjelajahi perjalanan budaya kita yang kaya dan beragam.