Sebuah cerpen, atau cerita pendek, merupakan bentuk prosa fiksi yang secara khas lebih pendek dan lebih terkondensasi dibandingkan novel. Meskipun singkat, cerpen tetap perlu menyajikan elemen-elemen dasar dari sebuah cerita seperti karakter, latar, konflik, dan resolusi. Salah satu elemen penting lainnya yaitu adanya sebuah gagasan pokok atau tema yang mendasari seluruh bagian dari jalan cerita. Gagasan pokok ini dapat disebut juga sebagai premis cerita.
Premis Dalam Cerpen
Premis pada dasarnya adalah pokok cerita: apa yang sedang terjadi, siapa yang terlibat, dan apa konsekuensinya. Premis biasanya dibuat sebelum penulis mulai menulis cerpen dan berfungsi sebagai panduan untuk membantu penulis tetap fokus pada cerita.
Misalnya, premis untuk cerpen klasik Edgar Allan Poe, “The Tell-Tale Heart” bisa dianggap sebagai berikut: “Seorang pria yang terganggu secara mental membunuh penghuni rumahnya karena obsesinya terhadap mata tua yang tampak seperti mata burung hantu; namun, rasa bersalah menyebabkan dia merasa mendengar detakan jantung korban, yang akhirnya mendorong dia untuk mengaku.”
Menggali Lebih Dalam: Makna Premis
Premis tidak hanya memberi pandangan umum tentang apa yang akan terjadi dalam cerita, tetapi juga sering kali memberikan wawasan mendalam tentang tema atau gagasan pokok yang ingin disampaikan penulis. Dalam contoh “The Tell-Tale Heart”, premis dari cerpen tersebut bukan hanya tentang pembunuhan, tetapi juga tentang bagaimana rasa bersalah bisa menghancurkan seseorang dari dalam.
Menentukan Premis Cerpen Anda
Menentukan premis cerpen bisa menjadi tantangan tersendiri. Hal ini memerlukan pemahaman yang dalam terhadap pesan atau makna yang ingin disampaikan melalui cerita. Premis cerpen harus cukup spesifik untuk memberikan arah bagi cerita, tetapi juga cukup umum sehingga tidak membatasi kreativitas penulis dalam menciptakan jalan cerita.
Begitu premis ditentukan, semua elemen dalam cerita, seperti karakter, latar, konflik, dan resolusi, semua harus mendukung dan merujuk kembali ke premis ini. Dengan cara ini, cerpen menjadi karya sastra yang utuh dan kohesif, dengan setiap bagian bekerja sama untuk mendukung dan memperkuat pesan atau tema utama.
Untuk mengakhiri, penting untuk diingat bahwa premis adalah jantung cerita. Tanpa premis yang kuat, cerpen mungkin akan merasa mengambang dan tidak fokus. Dengan menentukan premis yang kuat dan menjadikannya pusat cerita, penulis dapat menciptakan cerpen yang kuat dan berkesan.