Dunia fisika dan teknik kerap kali melibatkan penggunaan bermacam alat ukur precision, dua di antaranya adalah jangka sorong dan mikrometer sekrup. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara berturut-turut tentang ketelitian pengukuran menggunakan alat-alat tersebut.
Jangka Sorong – Alat Ukur Vital dalam Dunia Teknik
Jangka Sorong adalah alat ukur yang mampu mengukur hingga tingkat detail 0.02 mm atau 0.001 inci. Alat ini memungkinkan kita untuk mengukur hingga detail terkecil pada benda tersebut. Namun, tingkat presisi ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti tingkat kemampuan pengguna, tingkat pencahayaan saat pengukuran, dan juga prosedur kalibrasi yang digunakan sebelum melakukan pengukuran.
Pemakaian yang tidak tepat dapat mengurangi akurasi dari pengukuran yang dilakukan. Oleh sebab itu, berlatih menggunakan jangka sorong dan mengetahui prosedur kalibrasi yang benar dapat meningkatkan tingkat ketelitian pengukuran.
Mikrometer Sekrup – Tingkat Ketelitian yang Lebih Baik
Mikrometer sekrup merupakan alat ukur yang dapat memberikan tingkat akurasi yang lebih baik dibandingkan dengan jangka sorong. Alat ini mampu mengukur hingga detail sekecil 0.01 mm atau 0.0001 inci, menyediakan tingkat presisi yang lebih tinggi.
Namun, serupa dengan jangka sorong, penggunaan mikrometer sekrup juga membutuhkan keahlian, pelatihan, dan kalibrasi yang tepat untuk memastikan hasil pengukuran adalah akurat. Salah satu faktor yang mempengaruhi ketelitian mikrometer sekrup adalah kualitas alat itu sendiri. Kualitas bahan, pengerjaan, dan presisi dalam pembuatan alat sangat menentukan tingkat ketelitian mikrometer.
Kesimpulan
Secara berturut-turut, tingkat ketelitian dari pengukuran menggunakan jangka sorong dan mikrometer sekrup adalah 0.02 mm dan 0.01 mm. Namun, penting untuk diingat bahwa meskipun kedua alat ini dirancang untuk memberikan pengukuran yang sangat akurat, tingkat ketelitian ini mungkin tidak akan tercapai tanpa pemahaman yang tepat tentang penggunaan dan kalibrasi alat-alat tersebut. Pelatihan dan praktek yang baik merupakan kunci untuk memaksimalkan kegunaan dari dua alat presisi ini.