Selama menjadi guru, tentunya pembelajaran anda pernah diobservasi atau disupervisi oleh kepala sekolah anda. Bagaimana perasaan anda ketika diobservasi? Ceritakan pengalaman anda saat observasi dan pasca kegiatan observasi tersebut. Menurut anda, bagaimanakah proses supervisi akademik yang ideal yang dapat membantu diri anda berkembang sebagai seorang pendidik? Menurut anda, jika anda saat ini menjadi seorang kepala sekolah yang perlu melakukan supervisi, dimana posisi anda sehubungan dengan gambaran ideal di atas dari skala 1 s/d 10? Situasi belum ideal 1 dan situasi ideal 10. Aspek apa saja yang anda butuhkan untuk dapat mencapai situasi ideal itu?

Sebagai seorang guru, saya pernah mengalami observasi dan supervisi langsung oleh kepala sekolah. Pada saat diobservasi, perasaan saya bercampur antara gugup dan termotivasi. Di satu sisi, saya merasa khawatir tentang bagaimana cara saya mengajar dan apakah metode yang saya gunakan efektif atau tidak. Namun, di sisi lain, kegiatan observasi tersebut memberi saya kesempatan untuk belajar dan meningkatkan kualitas mengajar saya.

Pengalaman saya saat observasi cukup menarik. Observasi dimulai dengan kepala sekolah mengikuti proses pembelajaran dari awal hingga akhir. Selama proses tersebut, kepala sekolah mencatat hal-hal yang menurutnya perlu diperhatikan dan diperbaiki. Setelah proses observasi selesai, kami melakukan diskusi mengenai temuan yang didapat selama observasi. Kepala sekolah memberikan masukan-masukan yang konstruktif, dan kami mencari cara untuk mengatasi tantangan yang mungkin muncul.

Pasca kegiatan observasi, saya mencoba menerapkan masukan yang diberikan oleh kepala sekolah. Proses ini bukanlah tanpa rintangan, namun hal ini membuat saya lebih teliti dan konsisten dalam mengimplementasikan metode-metode baru yang diperoleh. Tak jarang, melalui proses yang konstruktif ini, saya menemukan cara yang lebih efektif untuk menyampaikan materi pembelajaran kepada siswa.

Menurut saya, proses supervisi akademik yang ideal adalah proses yang saling menghargai keahlian dan integritas masing-masing pihak yang terlibat. Kepala sekolah harus memberikan dukungan dan arahan yang diperlukan, sedangkan guru harus memiliki kesediaan untuk belajar dan mengembangkan diri. Supervisi ideal melibatkan kolaborasi antara guru dan kepala sekolah, dimana kedua pihak bekerja bersama untuk mencapai tujuan yang sama, yaitu meningkatkan kualitas pendidikan.

Jika saat ini saya menjadi seorang kepala sekolah yang perlu melakukan supervisi, saya akan menempatkan diri pada posisi 7 dari skala 1-10, dimana situasi belum ideal pada posisi 1 dan situasi ideal pada posisi 10. Saya merasa bahwa ada beberapa aspek yang masih perlu ditingkatkan untuk mencapai situasi ideal dalam proses supervisi akademik.

Beberapa aspek yang perlu ditingkatkan di antaranya adalah:

  1. Komunikasi yang lebih baik antara kepala sekolah dan guru. Hal ini mencakup cara menyampaikan masukan dan kritik yang konstruktif tanpa menyinggung perasaan pihak yang menerima.
  2. Ketersediaan waktu dan sumber daya yang memadai bagi guru untuk meningkatkan kemampuan mereka, seperti pelatihan, lokakarya, dan pendampingan yang berkualitas.
  3. Keterlibatan seluruh komponen sekolah, termasuk dewan guru, siswa, dan orang tua, dalam proses supervisi akademik, untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi peningkatan kualitas pendidikan.

Dengan meningkatkan aspek-aspek tersebut, saya percaya bahwa proses supervisi akademik akan menjadi lebih ideal dan efektif dalam membantu saya sebagai seorang pendidik berkembang.

Leave a Comment