Allah, sang Pencipta semesta, menciptakan segala sesuatu di muka bumi ini dengan sempurna dan penuh makna. Dalam proses penciptaannya, ada satu hal yang unik dan menarik untuk diselidiki, yaitu sesuatu yang telah diciptakan oleh-Nya namun Dia tidak menyukai suaranya. Menurut Hadits Shahih Bukhari, hal tersebut adalah gong atau bunyi perkusi yang keras.
Sebelum menuju lebih jauh, mari kita pahami dulu konteks dan latar belakang hadits in.
Konteks Hadits
Hadits ini berasal dari Sahih Bukhari dan diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu:
“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla itu tidak menyukai suara perkusi dan suara gong’ ” (HR. Al-Bukhari no. 5680)
Memahami Hikmah Di Balik Hadits
Dalam kehidupan sehari-hari, gong atau instrumen musik perkusi yang keras sering kali digunakan dalam berbagai kegiatan atau perayaan. Namun, dalam konteks hadits ini, kita diajak untuk merenung dan melihat bahwa suara gong atau perkusi yang keras inilah yang tidak disukai oleh Allah. Lalu, apa hikmah dari hal tersebut?
Pertama, kita perlu memahami bahwa bunyi gong yang keras ini bisa menjadi gangguan. Suara yang keras bisa mengganggu kenyamanan dan kedamaian seseorang. Ini menjadi simbol dari sesuatu yang mengganggu ketenangan dan kerahasiaan orang lain.
Kedua, kita juga harus mempertimbangkan cara menggunakan perkusi atau instrumen ini. Dalam beberapa tradisi, suara perkusi yang keras digunakan dalam acara-acara yang tidak sesuai dengan tuntunan Islam, seperti pesta pora, kemewahan, dan banyak lagi.
Kesimpulan
Dalam hidup ini, Allah telah menciptakan segala sesuatu dengan alasan dan hikmah tertentu. Gong atau perkusi ini merupakan contoh yang baik. Walaupun diciptakan oleh Allah, suaranya tidak disukai karena bisa menjadi simbol dari gangguan dan perbuatan yang tidak sesuai dengan tuntunan Islam.
Kita diajak untuk merenungkan dan belajar dari hal ini. Selalu ada hikmah di balik setiap ciptaan dan kita perlu memahami hikmah tersebut agar bisa menjalani kehidupan ini dengan lebih baik. Mari kita bersama-sama belajar dan memahami lebih dalam lagi tentang hikmah di balik segala ciptaan-Nya.