Para percaya sehingga Anda tentu tahu bahwa Quraish adalah suku yang dominan di Makkah yang terkenal keras dalam menentang Islam saat masa awal penyebaran agama ini. Namun, Anda mungkin bertanya-tanya, siapakah dari mereka yang kemudian memeluk Islam setelah mendengar adiknya membaca Al-Quran? Jawabannya adalah `Umar bin Khattab.
Sebelum menjelaskan lebih jauh, berasal dari Bani ‘Adi, salah satu cabang dari suku Quraisy, ini membuat `Umar menjadi bagian dari elite Makkah. Sebelumnya, ia adalah pengusung keras tradisi leluhurnya dan penentang teguh Islam.
Pertemuan pertama Umar dengan Islam adalah pada suatu hari saatnya mencari adik perempuannya, Fatimah, ia menemui adiknya sedang membaca surat Taha dari Al-Quran yang disalin oleh suaminya, Said bin Zaid. Mendengar lantunan ayat-ayat Al-Quran tersebut menyentuh hati Umar.
Umar kemudian meminta Fatimah untuk membacakannya lagi dan dia terkesan dengan keindahan dan kebenaran kata-kata dalam ayat-ayat itu. Sanggupkah ini bukan kata-kata seorang manusia, pikirnya. Kebaikan dan murninya menggugah jiwa Umar dan mendorongnya untuk belajar lebih banyak tentang Islam.
Setelah mendengarkan dan merenungkan pesan dalam Al-Quran tersebut, Umar memutuskan untuk mempertimbangkan keyakinan baru ini dan akhirnya memeluk Islam. Ini adalah satu titik balik besar dalam sejarah Islam, pembalikan posisi seorang musuh menjadi sekutu telah memberikan dorongan besar pada penyebaran agama tersebut.
Sebegitu hebatnya penyesalannya atas perbuatan sebelumnya, Umar bin Khattab kemudian menjadi salah satu sosok yang paling berjasa dalam penyebaran dan perkembangan Islam. Nama Umar selalu dikaitkan dengan keadilan dan keberanian. Ia merestruktur kehidupan masyarakat menjadi lebih sistematis serta menerapkan hukum dengan adil selama masa kekhalifahannya, ia dikenal sebagai Khalifah ‘Umar bin Khattab r.a.
Sungguh, cerita Umar bin Khattab merupakan contoh yang menarik tentang bagaimana Al-Quran mampu menyentuh hati dan menuntun individu ke jalan yang benar.