Dalam hidup ini, kita seringkali mendengar kata “tawakal”, yang merupakan suatu sikap menyerahkan segala urusan dan nasib sepenuhnya kepada Allah SWT setelah berusaha. Tawakal sering diartikan sebagai suatu bentuk penyerahan diri sepenuhnya kepada-Tuhan dan berharap hanya kepada-Nya setelah melalui proses usaha dan mencoba yang optimal. Namun, perlu kita pahami, ada sikap yang salah mengenai arti tawakal, yaitu sikap menyerahkan segalanya kepada Allah SWT tanpa kita melakukan usaha sama sekali. Inilah yang disebut dengan sikap “tawaakul”.
Tawaakul adalah suatu sikap pasif dimana seseorang menyerahkan sepenuhnya nasib dan takdirnya kepada Allah tanpa mengambil bagian dalam usaha. Ini adalah penafsiran yang salah dari konsep tawakal, yang mengajarkan kita untuk senantiasa berusaha dan bertindak untuk meraih apa yang kita inginkan dan butuhkan dalam hidup, dengan berserah diri sepenuhnya kepada Allah SWT setelah melakukan usaha tersebut.
Nabi Muhammad SAW pernah berpesan, “Ikililah (ambil tali) untanya lalu berserah dirilah kepada Allah.” Pesan ini menjelaskan bahwa kita harus melakukan usaha sebelum menyerahkan segalanya kepada Allah SWT. Ini adalah konsep yang sesungguhnya dari tawakal.
Tawaakul adalah sikap yang tidak seharusnya kita anut dalam hidup. Islam adalah agama yang ajarannya berlandaskan pada usaha dan tindakan. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.” (QS Ar-Ra’d: 11). Ayat ini menjelaskan bahwa transformasi dan perubahan yang kita inginkan dalam hidup harus dimulai dari diri kita sendiri.
Maka dari itu, kita sebagai masyarakat Muslim harus memahami benar arti dari sikap tawakal. Itulah sikap yang seharusnya kita miliki, yaitu berusaha dan berikhtiar dengan sebaik-baiknya dalam segala hal, kemudian setelah itu kita menyerahkan hasil dan segala konsekuensinya kepada Allah Swt.
Semoga tulisan ini bisa memberikan pemahaman yang lebih baik kepada kita semua tentang pentingnya berusaha dan berikhtiar, serta hati-hati terhadap sikap tawaakul yang tidak sesuai dengan ajaran Islam, yaitu sikap menyerahkan sepenuhnya nasib dan takdir kita ke tangan Allah tanpa melakukan usaha sama sekali. Semoga kita selalu dalam petunjuk dan lindungan Allah SWT. Aamiin.