Sikap Nabi Muhammad Saat Terjadinya Fathu Makkah

Generasi yang lalu hingga kini, tokoh Nabi Muhammad SAW menjadi sosok yang menjadi ikon keikhlasan, budi pekerti, serta keteguhan hati. Tetapi satu momen yang cukup menakjubkan adalah sikap yang ditunjukkan Beliau saat terjadinya Fathu Makkah. Mari kita cermati sebuah pelajaran berharga yang ditunjukkan oleh beliau di momen tersebut.

Latar Belakang Fathu Makkah

Sebelum memahami sikap Nabi Muhammad SAW, penting untuk kita pahami tentang apa itu Fathu Makkah. Fathu Makkah adalah sebuah peristiwa penaklukan kota Makkah oleh Nabi Muhammad SAW dan pasukannya pada tahun 8 Hijriah atau 630 Masehi. Penaklukan ini dilakukan tanpa adanya perang besar, sebuah pertanda kemenangan bagi kaum Muslimin.

Pengampunan Sebagai Sikap Utama

Saat terjadinya Fathu Makkah, Nabi Muhammad SAW memberikan pengampunan kepada seluruh penduduk Makkah yang sebelumnya menentang dan menyiksa beliau serta umat Islam. Beliau berfirman, “Pergilah kalian, kalian adalah orang-orang yang bebas”. Sikap pengampunan ini menunjukkan sifat mulia Nabi, yang mampu menyingkirkan rasa dendam dan kemarahan.

Sikap Lembut dan Merendah

Beliau tidak menerjang masuk ke kota Makkah sebagai seorang pemenang yang berkuasa, namun beliau masuk dengan kepala yang tertunduk, itu adalah sikap kerendahan hati yang diajarkan Islam. Dalam hadits Shahih Muslim, beliau berkata, “Sesungguhnya Allah telah merendahkan Makkah. Tidak ada yang boleh merendahkannya selain Dia.” Ini menunjukkan kerendahan hati Nabi, bahkan ketika dalam posisi kemenangan.

Kesimpulan

Dari peristiwa Fathu Makkah, kita dapat belajar banyak hal. Sikap Nabi Muhammad SAW saat itu menunjukkan bahwa beliau adalah sosok yang penuh pengampunan dan kerendahan hati, bahkan di saat beliau berada di posisi tertinggi. Ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua, bahwa sikap pengampunan dan kerendahan hati adalah hal yang harus dijunjung tinggi, dalam situasi apapun. Fathu Makkah adalah cerminan dari budi pekerti luhur dan ketegaran yang diajarkan oleh Nabi yang kita cintai, Muhammad SAW.

Leave a Comment