Dalam sejarah Islam, perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah merupakan peristiwa penting yang dikenal sebagai Hijrah. Pada waktu itu, Nabi Muhammad SAW dan para pengikutnya menghadapi berbagai ancaman dan rintangan dari musuh-musuh mereka. Namun, melalui strategi cerdas yang diterapkan oleh Nabi Muhammad SAW, beliau dan para sahabatnya berhasil menyelesaikan perjalanan ini dengan selamat. Dalam artikel ini, kita akan membahas apa strategi Nabi Muhammad SAW dalam perjalanan ke Madinah agar selamat.
Mengambil Rute Tidak Biasa
Salah satu strategi yang digunakan oleh Nabi Muhammad SAW adalah mengambil rute perjalanan yang tidak biasa untuk menghindari musuh. Beliau memilih rute selatan yang lebih panjang dan berbatu daripada rute utama yang biasanya digunakan. Dengan melalui rute tersebut, perjalanan beliau dan sahabat-sahabatnya lebih terlindungi dari kejaran musuh.
Bersembunyi di Gua Tsur
Sebelum meninggalkan Mekkah, Nabi Muhammad SAW bersembunyi bersama Abu Bakar di Gua Tsur selama tiga hari untuk mengelabui musuh. Dengan cara ini, mereka bisa menghindari kejaran dan ancaman terhadap nyawa mereka. Sementara itu, Ali bin Abi Thalib tinggal di rumah Nabi untuk menangani masalah yang ditinggalkannya dan untuk menunjukkan kepada musuh bahwa Nabi Muhammad belum pergi.
Menggunakan Pemandu yang Berpengalaman
Nabi Muhammad SAW menyewa Abdullah bin Uraiqit, seorang pemandu yang berpengalaman dan ahli dalam pengetahuan mengenai jalur-jalur di padang pasir. Dengan bantuan pemandu ini, beliau berhasil menemukan jalur-jalur yang tidak diketahui banyak orang, sehingga perjalanan mereka bisa lebih cepat dan aman.
Menggunakan Taktik Kecerdasan dan Kekebalan
Selama perjalanan, Nabi Muhammad SAW juga menggunakan taktik kecerdasan dan kekebalan, seperti menggunakan anak domba untuk menghapus jejak kaki di depan gua Tsur agar musuh tidak bisa menemukan tempat persembunyian mereka. Beliau juga menggunakan strategi pengelabuan, seperti menggantikan dirinya di tempat tidur dengan Ali bin Abi Thalib untuk mengecoh musuh.
Mendapatkan Dukungan dari Penduduk Madinah
Sebelum pergi ke Madinah, Nabi Muhammad SAW sudah mendapatkan dukungan dari penduduk Madinah, yang dikenal sebagai Ansar. Mereka berjanji untuk melindungi Nabi Muhammad SAW dan pengikutnya, sehingga mereka memiliki tempat yang aman untuk berlabuh ketika tiba di Madinah.
Kesimpulannya, strategi Nabi Muhammad SAW dalam perjalanan ke Madinah agar selamat meliputi penggunaan rute alternatif, bersembunyi di tempat yang aman, menggunakan pemandu berpengalaman, menerapkan taktik kecerdasan dan kekebalan, serta membangun aliansi dengan penduduk setempat. Semua strategi ini berhasil membawa Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya sampai ke Madinah dengan selamat, memungkinkan mereka untuk melanjutkan penyebaran agama Islam dan mendirikan negara yang adil dan makmur.