Stratifikasi Sosial Berdasarkan Sistem Kasta Bersifat Tertutup Sebab

Stratifikasi sosial merupakan pembagian ke dalam lapisan atau strata yang berbeda dalam suatu masyarakat. Sistem ini menentukan status sosial individu atau kelompok berdasarkan berbagai faktor sepert jumlah kekayaan, pekerjaan, pendidikan, atau ras. Salah satu bentuk stratifikasi sosial yang cukup populer dan masih ada hingga saat ini meskipun dalam bentuk yang berubah adalah sistem kasta.

Mengapakah Sistem Kasta Bersifat Tertutup?

Stratifikasi sosial berdasarkan sistem kasta cenderung bersifat tertutup sebab beberapa alasan signifikan. Sistem kasta dikenal sebagai sistem yang membatasi mobilitas sosial individu. Artinya, seorang individu yang lahir dalam suatu kasta, akan berada dan berakhir di kasta yang sama sepanjang hidupnya. Faktor ini menjelaskan mengapa sistem kasta bersifat tertutup.

Sistem kasta secara tradisional meletakkan individu dalam lapisan masyarakat yang berbeda sebagaimana ditentukan oleh kelahiran mereka. Sistem ini membagi masyarakat menjadi kelompok-kelompok atau kasta, dan tiap kasta memiliki peran dan status social yang berbeda-beda. Terdapat hukum dan aturan yang ketat tentang interaksi antar kasta, khususnya pernikahan. Seseorang umumnya hanya dapat menikah dengan anggota kasta yang sama.

Peran atau tugas tiap kasta sudah ditentukan sejak lahir, dan sulit untuk mencoba keluar atau mengganti kasta. Misalnya, dalam masyarakat India tradisional, Brahmana (kelompok pendeta) merupakan kasta tertinggi yang berhak melakukan ritual dan menjadi guru, lalu Ksatria (prajurit atau penguasa) yang memiliki tugas menjaga dan melindungi masyarakat, lalu Waisya (pedagang, petani) yang bergerak dalam bidang ekonomi, dan yang terakhir adalah Sudra (pelayan) yang berfungsi sebagai pelayan bagi kasta yang lain.

Konsekuensi dari Sistem Kasta yang Tertutup

Dengan sistem stratifikasi sosial yang bersifat tertutup ini, mobilitas sosial menjadi hampir tidak mungkin. Hal ini berlaku baik secara vertikal, yang berarti bergerak naik atau turun kasta, maupun secara horizontal, yaitu berpindah ke kasta yang berada pada level yang sama. Kesempatan untuk mencapai status yang lebih baik melalui pendidikan atau pekerjaan akuasia hampir tidak ada bagi individu yang berada dalam sebuah kasta.

Sistem kasta yang tertutup ini juga bisa mendorong terciptanya diskriminasi dan ketidaksetaraan sosial. Individu atau kelompok tertentu diberikan hak dan kesempatan lebih berdasarkan kasta mereka sejak lahir, bukan atas dasar prestasi atau kapabilitas mereka.

Meski demikian, saat ini di banyak masyarakat, implementasi sistem kasta sudah jauh berubah dan tidak seketat di masa lalu. Namun, konsekuensi dari sistem tersebut masih dapat terlihat dan dirasakan dalam beberapa aspek, seperti dalam hal pernikahan atau penentuan pekerjaan.

Dalam konteks masyarakat modern saat ini, diskusi seputar sistem kasta dan stratifikasi sosial bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kita akan isu-isu ketidaksetaraan dan diskriminasi. Dengan memahami latar belakang dan sejarah sistem ini, kita mampu melihat bagaimana sejarah perjuangan kelas sosial membentuk dinamika masyarakat saat ini dan apa yang dapat kita lakukan untuk menciptakan masyarakat yang lebih egaliter dan adil.

Leave a Comment