Riwayat peradaban Islam menyimpan begitu banyak cerita tentang peran berbagai golongan dalam membentuk sejarah. Salah satu golongan yang memiliki peran penting adalah Syiah. Dalam perjalanan sejarah, golongan ini dikenal sebagai pendukung setia daulah Abbasiyah pada masa awal berdirinya.
Latar Belakang
Daulah Abbasiyah dalam sejarah Islam adalah periode yang ditandai oleh kekuasaan dinasti Abbasiyah. Para Khalifah dari dinasti ini memerintah dunia Islam lebih dari lima abad, dari 750 sampai 1258 M. Masa dimulainya Daulah Abbasiyah ini merupakan fase penting dalam sejarah Islam, dan Syiah memegang peran penting di dalamnya.
Peran Syiah sebagai Pendukung Daulah Abbasiyah
Ketika Daulah Abbasiyah mulai berdiri, Syiah menjadi pendukung setianya. Beberapa sejarawan menyarankan bahwa dukungan Syiah terhadap Daulah Abbasiyah merupakan hasil dari manipulasi politik, sementara yang lain berpendapat bahwa ini merupakan akibat dari ketidakpuasan terhadap Umayyah.
Dalam rangka memperkokoh kekuasaan mereka, Abbasiyah menggunakan strategi politik yang cerdas untuk memenangkan hati Syiah. Merekapun bertindak sebagai pendukung aliran Ali atau pendukung kepemimpinan yang berasal dari keturunan Ali bin Abi Thalib.
Bagi Syiah, Abbasiyah tampaknya menawarkan peluang keadilan dan kesetaraan yang lebih besar dari pada dinasti sebelumnya, Umayyah. Ini, bersama dengan peluang bagi partisipasi politik yang lebih besar, tampaknya telah menjadi poin penting dalam memenangkan dukungan Syiah.
Pembentukan Golongan Syiah
Bagaimanapun juga, perjalanan waktu membawa perubahan. Dukungan Syiah terhadap Abbasiyah mulai memudar ketika dinasti ini mulai menunjukkan sikap otoriter dan tidak memenuhi janji-janjinya. Kondisi ini melahirkan berbagai golongan dalam Syiah, setiap golongan dengan pandangan dan pahamannya sendiri.
Pembentukan golongan-golongan ini terjadi karena berbagai alasan, mulai dari konflik politik, penafsiran teologis yang berbeda, hingga reaksi terhadap penindasan. Terlepas dari perbedaan paham yang ada, golongan Syiah tetap memegang prinsip utama bahwa kepemimpinan Islam harus berada di tangan keturunan Ali bin Abi Thalib.
Dalam kajian sejarah, peran Syiah dalam pembentukan Daulah Abbasiyah dan munculnya golongan-golongan dalam Syiah sendiri, membuka pemahaman baru tentang dinamika peradaban Islam. Dua elemen ini mencerminkan bagaimana perjalanan sejarah Islam begitu kaya dan kompleks, di mana setiap golongan berkontribusi dalam membangun peradaban besar ini. Kesetiaan dan pilihan politik mereka di masa lalu telah membawa dampak signifikan pada perkembangan Islam di masa depan.