Setiap kali kita menghirup dan menghembuskan udara, ada sejumlah udara yang tetap berada dalam paru-paru kita, tak peduli seberat mana usaha pernapasan kita. Udara sisa ini yang tidak dapat diekspirasikan adalah subyek kajian kita hari ini.
Apa itu Udara Sisa?
Pernapasan adalah proses vital dimana oksigen diperlukan oleh tubuh masuk ke dalam sistem sirkulasi melalui paru-paru dan karbon dioksida, produk limbah metabolisme, dikeluarkan. Udara sisa, atau udara residual, adalah volume udara yang tetap berada di dalam paru-paru setelah ekspirasi maksimum. Artinya, tak peduli seberapa keras anda mencoba menghembuskan udara, masih ada udara yang tetap tersisa di dalam paru-paru.
Fungsi Udara Sisa
Jadi, apa gunanya udara sisa? Tampaknya bisa jadi suatu penghalang jika kita ingin menghembuskan semua karbon dioksida, bukan? Sebenarnya, adanya udara sisa sangat vital bagi fungsi paru-paru.
Udara sisa mempertahankan kepatenan, atau keterbukaan, saluran pernapasan dan alveoli (kantong udara mikroskopis tempat pertukaran gas terjadi). Tanpa adanya udara sisa, alveoli akan kolaps setiap kali kita menghembuskan nafas, yang berpotensi mengganggu proses pertukaran gas.
Kesimpulan
Pada first glance, konsep udara sisa bisa tampak sebagai gangguan atau cacat dalam sistem pernapasan kita. Namun, setelah pemahaman yang lebih dalam, kita dapat melihat bahwa bahkan detail-detail ini dari tubuh kita memiliki peran vital dalam menjaga tubuh kita dapat berfungsi dan hidup.
Oleh karena itu penting untuk kita semua memahami dan menghargai kompleksitas sistem pernapasan kita, termasuk pengetahuan tentang udara sisa. Tekanan dari udara sisa ini juga membuat kita dapat bernafas lebih mudah dan menjaga efisiensi sistem pernapasan kita.
Terakhir, peduli dengan paru-paru dan sistem pernapasan secara keseluruhan Anda sangat penting. Melakukan hal-hal seperti berhenti merokok, menjaga kualitas udara di rumah Anda, dan menjaga kebugaran fisik Anda dapat membantu memastikan bahwa paru-paru Anda tetap sehat dan dapat berfungsi sebaik mungkin.