Salah satu tradisi yang terkenal di Bali adalah Upacara Ngaben. Upacara tersebut merupakan cara masyarakat Hindu Dharma di Bali melepaskan arwah orang yang telah meninggal untuk kembali ke Sang Pencipta. Dalam artikel ini, kita akan membahas mengenai tradisi Upacara Ngaben dan mengapa upacara ini penting bagi masyarakat Bali serta menjadi perhatian dunia.
Pengertian dan Asal Usul Upacara Ngaben
Upacara Ngaben atau Pitra Yadnya merupakan upacara pemakaman adat bagi umat Hindu di Pulau Bali. Kata “Ngaben” berasal dari kata “Bayu” dalam Bahasa Bali yang berarti “Api”. Fokus utama dari upacara ini adalah membakar jenazah dan abu sisa pembakaran kemudian dibuang ke laut atau sungai yang dianggap suci. Tujuan dari upacara ini adalah membantu arwah untuk mencapai alam surga atau moksa, yaitu penyatuan kembali dengan Tuhan yang Maha Kuasa.
Upacara Ngaben sendiri diperkirakan bermula pada abad ke-8 dan ke-9 di Bali, yang turut dipengaruhi oleh kebudayaan agama Hindu yang masuk ke Indonesia pada waktu itu. Sejak saat itu, Upacara Ngaben telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat Bali yang beragama Hindu.
Proses dan Tatanan Upacara Ngaben
Upacara Ngaben merupakan proses yang panjang dan rumit. Proses upacara ini meliputi:
- Menentukan Waktu dan Tempat Upacara: Proses ini melibatkan pamanak sebagai penentu waktu yang baik dan perencanaan pembangunan bangunan sementara untuk keperluan upacara.
- Membuat Bade dan Lembu: Bade adalah menara yang digunakan untuk membawa jenazah, sedangkan lembu adalah replika sapi tempat meletakkan jenazah sebelum dibakar. Kedua benda ini biasanya dikerjakan oleh ahli dalam seni.
- Ngulapin: Proses ini merupakan pengeboran tulang tengkorak di bagian atas kepala, yang dipercaya untuk membantu arwah keluar dari tubuh.
- Mengarak: Proses mengarak melibatkan pengangkatan bade oleh keluarga dekat, tetangga, dan anggota masyarakat untuk dibawa ke pura dan tempat pembakaran.
- Pembakaran Jenazah: Setelah jenazah diletakkan di lembu, jenazah tersebut kemudian dibakar. Abu sisa pembakaran sering dihiasi dengan berbagai benda dari seni, seperti kain, dan diikat dengan tanaman yang dianggap suci.
- Nyiramin Layon: Sebelum abu dilarungkan, keluarga akan mensucikan abu dengan air yang dianggap suci.
- Menganugerahkan Air Suci dan Nyegara Gunung: Proses penyebaran abu ke laut atau sungai suci dilakukan oleh keluarga dan masyarakat sebagai tanda melepaskan arwah.
Mengapa Upacara Ngaben Menarik Perhatian Dunia?
Upacara Ngaben menarik perhatian dunia karena ritual ini dianggap unik dan eksotis. Beberapa alasan yang menjadikannya menarik di mata dunia antara lain:
- Proses upacara yang rumit, melibatkan seni dan komunitas.
- Kepercayaan masyarakat Bali bahwa upacara ini adalah keharusan bagi arwah untuk mencapai moksa.
- Keunikan dalam filosofi kematian yang berbeda dengan kebanyakan budaya dan agama lain.
- Ketekunan dan rasa kebersamaan masyarakat Bali dalam menjalankan upacara ini.
Dalam hal ini, Upacara Ngaben menjadi salah satu elemen yang membuat kebudayaan Bali dikenal secara global dan menjadi daya tarik wisata dan budaya bagi banyak turis yang datang ke Bali. Upacara ini juga menjadi pembuktian bahwa kearifan lokal dan kepercayaan agama masih sangat dihargai dan terpelihara dalam masyarakat Bali.
Penutup
Salah satu tradisi yang terkenal di Bali adalah Upacara Ngaben. Upacara tersebut merupakan simbol penghormatan terhadap orang yang telah meninggal dan keyakinan akan perjalanan arwah menuju moksa. Selaras dengan kearifan lokal dan kepercayaan agama, Upacara Ngaben adalah contoh kebudayaan yang tetap lestari di tengah arus modernisasi. Dalam konteks ini, kita dapat belajar tentang nilai-nilai seperti rasa kebersamaan, saling membantu, dan kesatuan dalam masyarakat yang mengikuti upacara ini.